Minggu, 24 Oktober 2010

Syaukani HR Menangis Saat Berziarah ke Makam Orangtuanya



Keinginan mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H Syaukani HR untuk berziarah ke makam kedua orangtuanya, yakni Alm. Hasan Rais dan Alm Hj Jauhariah, akhirnya kesampaian juga, Senin (13/09) beberapa waktu lalu.
Syaukani tiba di makam orangtuanya sekitar pukul 13.00 WITA dengan menggunakan Ambulans RSUD AM Parikesit Tenggarong. Keluarga Syaukani mulai dari istri, saudara, anak, menantu, cucu dan kerabat lainnya turut mendampingi ke pemakaman yang berada di kuburan muslimin Kelambu Kuning itu.
Di makam, Syaukani yang kini tak dapat melihat itu duduk di atas kursi roda. Bersama keluarganya, Syaukani ikut membacakan surat Yaasin dan berdoa. Air mata mantan orang nomor satu di Kukar ini pun menetes. Beberapa kali Syaukani mengucap permohonan maaf kepada almarhum sang ibunda.
Seluruh anggota keluarga besar Syaukani yang turut mendampingi, termasuk putrinya yakni Bupati Kukar Rita Widyasari, ikut larut dalam suasana haru melihat hal tersebut.
Keinginan untuk berziarah itu sebenarnya telah lama disampaikan Syaukani semenjak dirinya masih sakit dan ketika telah pulih dari koma beberapa bulan silam.
Kesempatan untuk berziarah kemudian diperoleh Syaukani ketika mendapat izin selama 14 hari dari Menteri Hukum dan HAM untuk menjalani perawatan di Tenggarong pada akhir April lalu. Namun keinginan itu masih tertunda lantaran kondisi fisik Syaukani yang belum memungkinkan hingga Syaukani harus kembali ke Jakarta.
Setelah Kaning begitu Syaukani akrab disapa mendapat grasi atau pengampunan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Syaukani akhirnya kembali ke Tenggarong pada 29 Agustus lalu.
Keinginan kuat untuk berziarah kembali diutarakan Syaukani kepada salah seorang keponakannya, Ria Handayani, pada Minggu (12/09) malam lalu.
Ria lalu menyampaikan keinginan Syaukani itu kepada Silvi Agustina, putri sulung Syaukani.
"Setelah dirembugkan dengan pihak keluarga dan dokter, akhirnya beliau diperbolehkan untuk dibawa ke makam," ujar Ria.
Menurut Ria, ada perkembangan menggembirakan setelah Syaukani berziarah. "Beliau tampak bahagia dan tersenyum. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik bagi kesembuhan beliau," imbuhnya.
Usai ziarah, lanjut Ria, Syaukani kemudian dibawa ke rumah alm ibundanya yang berada di Jalan Danau Jempang. "Beliau tampak senang ketika dibawa masuk ke kamar nenek. Meski beliau tak dapat melihat dengan jelas, tapi beliau dapat merasakan tengah berada di kamar nenek," katanya.
Sementara ditambahkan salah seorang kerabat Syaukani, Teguh Aviantara, ziarah ke makam dan kunjungan ke rumah ibundanya itu diharapkan dapat memulihkan ingatan Syaukani yang terganggu setelah mengalami koma.
"Ini merupakan bentuk terapi memori untuk memulihkan ingatan beliau," pungkasnya.kkc

Ramadhina Juara Festival Album Gerbang Raja

Penyanyi asal Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, Ramadhina Hamid berhasil menjadi juara pada ajang Festival Album Gerbang Raja yang dilaksanakan di Sekretariat Gerbang Raja Centre Kelurahan Timbau, Tenggarong belum lama ini.
Ramadhina yang menggenakan kostum khas Bugis Mandar dalam penampilannya mampu meredam kehebatan 13 finalis lainnya dengan mengumpulkan poin tertinggi yang diberikan lima anggota juri dipimpin Drs Juhri. Prestasi Ramadhina yang suara emasnya mirip Siti Nurhaliza ini membuatnya berhak menerima hadiah utama uang pembinaan senilai Rp 10 juta yang secara simbolis diserahkan Ketua Partai Golkar (Golongan Karya) Kutai Kartanegara Rita Widyasari,S.Sos,MM yang juga Bupati Kutai Kartanegara.
Posisi kedua ditempati Kumala Dewi asal Kecamatan Anggana, Juara III diraih Herry Kiswanto asal Tenggarong disusul Rosiana asal Tabang, Nur Fatima asal Kenohan sebagai juara harapan.
Ketua Partai Golkar Kukar mengatakan Festival Gerbang Raja sangat penting jika dikaitkan dengan upaya menjaring bakat terpendam dalam bidang olah vokal yang ada di 18 kecamatan.
Bahkan Rita Widyasari juga sangat mengapresiasikan festival tersebut karena terbukti banyak bermunculan bakat-bakat menyanyi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Bagi yang menang teruskan prestasinya jangan sampai pernah terlena, bagi yang kalah ini hanya merupakan festival untuk mengasah kemampuan bakat menyanyi agar lebih baik lagi. Untuk itu tingkatkan potensi yang ada, karena potensi menyanyi akan berguna secara terus-menerus dalam mendukung kesenian di daerah khususnya pariwisata di Kukar,”ujarnya.
Diharapkan Rita Widyasari, kegiatan Festival Album Gerbang Raja ini bisa digelar tiap tahunnya. Karena akan mewakili potensi penyanyi 18 kecamatan. Baik itu Tabang yang menampilkan pakaian dan tarian khas adat Dayak. Ada kebanggaan lagi, bahwa warga Dayak ternyata terbukti bisa menyanyikan lagu Melayu.
“Untuk itu saya mendukung jika even ini dilanjutkan lagi pada tahun mendatang. Selanjutnya saya bersama John Arifin akan mensponsori bagi pemenang festival ini untuk pembuatan album Gerbang Raja,”ucap Rita Widyasari.
Acara grand final ditandai pula dengan penyerahan doorprice oleh Rita Widyasari dan Hj Dayang Kartini Syaukani serta anggota DPRD Kukar dari Fraksi Golkar Abdul Sani yang turut hadir menyaksikan malam grand final tersebut.***

Menbudpar, Gubernur Kaltim dan Bupati Kukar Nobar Final Piala Dunia

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik, Dirjen Pengembangan Destinasi Parwisata Kementrian Kebudayaan dan Parawisata RI Firmansyah Rahim, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishack, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Ketua DRPD Salehuddin, Anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry, serta jajaran SKPD Kukar yang ikut nonton bareng siaran langsung final piala dunia di Hotel Grand Elty Tenggarong, antara kesebelasan Belanda melawan Spanyol. 
Dimana akhirnya tim Matador (Spanyol) menang 1-0 lewat gol dari pemain penyerang asal klub Barcelona, Iniesta nomor punggung enam, dimasa perpanjangan waktu babak kedua. Kemenangan itu membukukan tim Spanyol menjadi Juara Dunia untuk pertama kalinya bagi negaranya.
Menbudpar Jero Wacik meleset predeksinya yang mengunggulkan Tim Oranye Belanda. Dengan alasan, sejumlah pemain Belanda banyak bermain di Liga Inggris yang paling digemarinya. Ia memprediksikan Belanda menang 1-0 atas Spanyol. Namun Jero Wacik tidak sempat melihat hingga babak kedua kali perpanjangan usai, pasalnya setelah babak kedua usai Menbudpar beristirahat.
Sementara Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishack dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersama anggota DPRD dan jajaran SKPD masih setia menonton hingga dua kali babak waktu perpanjangan usai. Yang mana baik Gubernur dan Bupati Kukar mendukung Spanyol. Yang akhirnya memang berhasil merebut tahta tertinggi kejuaraan sepakbola dunia dengan menjadi Juara Dunia.
Menurut Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Spanyol memang layak menjadi juara. Dan itu sebagaimana ramalan Gurita dari Jerman yakni tahta yang memang tepat sekali ramalannya.
Sementara itu, pencetak gol tunggal bagi Spanyol yakni Iniesta nomor punggung 6, memang membawa keberuntungan. Sebagaimana saat Rita-Ghufron menang dalam Pemilukada Kabupaten Kutai Kartanegara belum lama ini juga berada di nomor urut 6 (enam) .
Gol kemenangan Spanyol disambut para pendukung dalam Nobar di Hotel Grand Elty, yang dulunya Hotel Singgasana. Termasuk Gubernur Kalimantan Timur dan jajarannya, berikut Bupati Kutai Kartanegara dengan sejumlah SKPD yang ada termasuk Kabag Humas dan Protokol Sri Wahyuni yang ikut nonton bareng hingga usai. ***

Rita Kunjungi Lokasi Kebakaran di Pasar Tangga Arung


Kebakaran hebat di tengah perayaan Idul Fitri yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Tangga Arung, Jum'at (10/09) lalu, mengundang keprihatinan dan simpati dari Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari,S.Sos,MM. 
Sore hari setelah kejadian, Rita didampingi Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf dan ibundanya Ny Hj Dayang Kartini Syaukani melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran.
Sejumlah pejabat dinas/instansi terkait turut hadir di lokasi mendampingi Rita-Ghufron, seperti Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar Mursito, Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Munadi Arif, dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar Didi Ramyadi.
Setiba di lokasi, Bupati Rita Widyasari pun menemui sejumlah pedagang yang tertimpa musibah kebakaran. Rita meminta mereka untuk dapat bersabar dan tabah menghadapi cobaan yang diberikan Allah SWT.
"Saya berharap semua dapat tabah dan sabar menghadapi musibah kebakaran ini. Karena pasti ada hikmah dibalik semua peristiwa ini," ujarnya.
Rita juga mengatakan bahwa Pemkab Kukar melalui Dinas Sosial akan memberikan bantuan kepada 106 pedagang yang menjadi korban kebakaran. "Namun karena hari ini masih libur Idul Fitri, bantuan tersebut akan disalurkan pada hari Sabtu (11/09)," katanya.
Bupati Kukar juga berpesan kepada para pedagang untuk tidak langsung membangun petak-petak kios baru di lokasi bekas kebakaran. "Biar ditata terlebih dahulu oleh Dinas Pekerjaan Umum," pesannya.
Sekedar informasi, kebakaran yang melanda Pasar Tangga Arung pada Jum'at dini hari menghanguskan 100 petak kios PKL dan 6 petak toko besar. Sebab-sebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik.kkc

Rita-Ghufron Resmi Pimpin Kukar

Pasangan pemenang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kutai Kartanegara (Kukar) 2010 lalu, Rita Widyasari dan HM Ghufron Yusuf, secara resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kukar masa bakti 2010-2015. 
Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan Rita-Ghufron dilakukan dalam acara Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kukar yang dipimpin Ketuanya H Salehudin di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang.
Pasangan Rita-Ghufron dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak atas nama Presiden RI yang ditandai dengan pemasangan tanda pangkat dan penyematan tanda jabatan.
Dalam acara ini juga dilakukan serah terima jabatan serta penyerahan memori kerja dari Penjabat Bupati Kukar H Sulaiman Gafur kepada Rita Widyasari.
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dalam sambutannya berharap agar Rita-Ghufron dapat menjalankan roda pemerintahan yang baik dan bersih serta membawa masyarakat Kukar menuju kesejahteraan.
"Kutai Kartanegara harus menjadi yang terdepan dalam menjalankan roda pemerintahan dan bangkit sebagaimana harapan kita semua," kata Awang Faroek Ishak.
Kepada mantan Pj Bupati H Sulaiman Gafur dan istri, Gubernur mengucapkan terima kasih atas tugas yang telah dijalankan dengan baik dan lancar.
Selain diikuti seluruh Anggota DPRD Kukar, acara pelantikan Rita-Ghufron yang berlangsung tertib dan khidmat ini dihadiri pula oleh Ketua DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Ketua DPR/MPR RI Akbar Tanjung, mantan Meperindag Luhut Panjaitan, Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II, pejabat teras di lingkungan Pemprov kaltim, beberapa Bupati/Walikota di Kaltim, pejabat Pemkab Kukar, pengurus Partai Poltik, ormas/OKP serta ribuan undangan lainnya.
Rita dan Ghufron ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Kukar melalui SK Mendagri Gamawan Fauzi No 131.64-275 Tahun 2010 tentang Pemberhentian Penjabat Bupati Kukar dan Pengesahan Pengangkatan Bupati Kukar, serta SK Mendagri No 132.64-276 Tahun 2010 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Bupati Kukar tertanggal 22 Juni 2010.
Atas dilantiknya, Rita Widyasari ini Kabupaten Kutai Kartanegara menorehkan sejarah baru di dunia perpolitikan Kalimantan Timur. Namanya tak juga tercatat sebagai bupati wanita pertama di Provinsi Kalimantan Timur, namun juga di pulau Kalimantan.
"Ini menjadi simbol kemajuan perempuan dan kesetaraan gender. Peristiwa ini menjadi penting dan bersejarah bagi perjalanan pemerintahan di Kukar dan juga bagi pemerintahan di Kaltim, karena selama ini belum pernah ada seorang Bupati perempuan," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Rita Widyasari pada malam ramah tamah di Gedung PKM Tenggarong Seberang meminta kepada semua pihak untuk tidak memandang permasalahan gender dalam rangka menata pemerintahan serta melaksanakan pembangunan di Kukar.
"Jangan pandang saya sebagai perempuan sehingga membuat Anda ragu untuk bergabung dan sungkan memberikan masukan serta kritik kepada saya yang nantinya membuat saya semakin melenceng dalam perjalanan selanjutnya," kata Rita.
Rita Widyasari merupakan putri kedua mantan Bupati Kukar H Syaukani HR dan Hj Dayang Kartini. Dalam Pilkada Kukar 1 Mei 2010 lalu, Rita yang menggandeng HM Ghufron Yusuf sebagai wakilnya menang mutlak satu putaran setelah mengumpulkan 55,45% suara, jauh menggungguli 5 pasangan calon lainnya.kkc

Menbudpar, Wagub Kaltim dan Bupati Kukar Dianugerahi Sultan Kutai Gelar

Di setiap pelaksanaan Erau, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura selalu menganugerahkan gelar kehormatan bagi para pejabat penting, kerabat Kesultanan hingga masyarakat terpilih yang dinilai berjasa dalam pembangunan maupun pengabdian pada Kesultanan. 
Pada Erau 2010 kali ini, Sultan Kutai memberikan gelar kehormatan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) RI Jero Wacik, Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari,S.Sos,MM.
Penganugerahan gelar bagi ketiga pejabat tersebut dibacakan Menteri Sekretaris Keraton, H Adji Pangeran Gondo Prawiro, usai upacara adat Mendirikan Ayu di Keraton Kutai Kartanegara, Tenggarong.
Menbudpar Jero Wacik dianugerahi gelar Pangeran Wirata Perana, Wagub Kaltim Farid Wadjdy diberi gelar Raden Surya Nata Praja, sementara Bupati Kukar Rita Widyasari diberi gelar Raden Among Surawati.
Pemberian gelar ini ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada masing-masing penerima. Baik Wagub Kaltim Farid Wadjdy dan Bupati Kukar Rita Widyasari menerima sertifikat tersebut usai upacara Mendirikan Ayu.
Sedangkan Menbudpar Jero Wacik baru menerima sertifikat sekaligus Setorong (topi bangsawan Kutai-red) saat hadir dalam upacara adat Bepelas, tadi malam.
Di hadapan Sultan H Adji Mohd Salehoeddin II, Jero Wacik mengucapkan terima kasih dan menerima dengan tulus gelar kehormatan yang diberikan Sultan.
"Saya diberitahu bahwa gelar Pangeran Wirata Perana ini berarti orang kesayangan Sultan yang mengayomi kebudayaan. Dengan gelar ini, saya bertekad untuk terus memajukan kebudayaan di Indonesia," tegasnya.
Terpisah, Bupati Kukar Rita Widyasari mengaku sangat bangga dan dihargai dengan gelar Raden Among Surawati yang diberikan Sultan kepada dirinya.
"Katanya Raden Among Surawati ini berarti orang yang tinggi semampai dan pandai bicara. Gelar ini sangat pas dengan saya, karena saya orangnya memang suka bicara," ujar Rita sambil tersenyum.kkc

Erau Sebagai Momen Pembersihan










>>>Rita Tekadkan Pemerintahan Bersih dan Amanah
Bagi Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, pelaksanaan pesta adat Erau 2010 terasa begitu istimewa. Pasalnya, perayaan Erau kali ini bertepatan dengan masa awal kepemimpinannya sebagai Bupati Kukar masa bakti 2010-2015. 
"Sungguh suatu yang sangat membahagiakan saya, karena di masa awal kepemimpinan saya, bertepatan dengan perayaan pesta adat Erau," ujar Bupati Kukar Rita Widyasari saat memberikan sambutan pada upacara pembukaan Erau 2010 di Stadion Madya Tenggarong Seberang.
Ditambahkan Rita, momentum Erau kali ini merupakan Erau Pelas Tahun yang memiliki makna sebagai momen pembersihan.
"Oleh karena itu, kita berharap ini menjadi tonggak awal terselenggaranya satu sistem kelola pemerintahan yang benar-benar bersih dan amanah di daerah ini," tegasnya.
Menurut Rita, pesta rakyat yang dikemas dalam Festival Erau ini juga menjadi momentum pesta rakyat sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas terpilihnya pemimpin baru di Kukar yang dipilih mayoritas masyarakatnya secara demokratis.
Rita juga mengucapkan terima kasih kepada Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II yang bersikap netral dan menyejukkan dalam perhelatan Pilkada Kukar 2010 lalu.
"Sehingga situasi di Kukar benar-benar kondusif dan menyejukkan," ungkapnya.
Terkait dengan pelaksanaan Erau yang kembali digelar pada bulan Juli, menurut Rita hal itu merupakan bagian dari strategi untuk dapat lebih optimal menyerap wisatawan berkunjung ke Kukar.
"Karena bulan Juli bertepatan dengan musim liburan," ujarnya lagi.
Terlepas dari strategi tersebut, lanjut Rita, pelaksanaan Erau merupakan bagian dari upaya untuk terus mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Kutai yang sangat kaya dengan berbagai keanekaragamannya.
Rita menegaskan akan segera mengevaluasi sekaligus kembali bersiap untuk menyambut Erau selanjutnya.
"Karena persiapan terbaik adalah persiapan saat kita mulai mau melaksanakannya. Sejarah esok adalah sejarah yang telah dan akan kita toreh hari kemarin dan hari ini," pungkasnya.
Sementara itu, Menbudpar Jero Wacik menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Pemprov Kaltim, Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang rutin menggelar pesta adat Erau.
"Karena selain melestarikan adat dan budaya juga bisa menarik wisatawan yang berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat," ujarnya.
Jero berharap kepada jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk rajin-rajin menggelar pesta untuk rakyat seperti halnya Erau di Kukar.
"Supaya rakyat senang dalam pesta budaya dan bisa membaur, karena tugas kita sebagai pemerintah tentunya untuk menyenangkan rakyat," pesan Menbudpar disambut tepuk tangan meriah ribuan penonton yang memadati Stadion Madya.
Pembukaan Erau 2010 dimeriahkan pula dengan suguhan tari massal bertajuk Semarak Alam Bertuah yang menggambarkan kehidupan masyarakat di Kukar dengan segala kekayaan alam dan keragaman budayanya.kkc