Minggu, 24 Oktober 2010

Rita Jalin Kebersamaan dan Keakraban dengan Bersepeda

Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas lingkungan kembali digelar. Acara yang diselengarakan salah satu media lokal bekerjasama dengan Pemkab, Polres, dan DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) terpusat di taman Pedestrian bawah jembatan Kartanegara Tenggarong, belum lama ini.
CFD yang bertemakan Fun Sunday tersebut ditandai dengan pelepasan rombongan bersepeda oleh Bupati Kukar Rita Widyasari didampingi oleh Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kukar. Hadir juga pada saat itu Ketua DPRD Kukar H Salehudin bersama beberapa anggota DPRD Kukar lainnya. Bahkan Rita bersama pejabat yang hadir pada acara itu juga ikut bersepeda melintasi beberapa jalan protokol dan finish kembali di taman Pedestrian berbaur dengan ratusan warga.
Selanjutnya, usai bersepeda Rita menyatakan menyambut baik acara tersebut. Karena selain bisa mengurangi polusi udara, juga bisa menyehatkan badan.
“Kegiatan seperti ini juga baik untuk menjalin dan memupuk kebersamaan dan keakraban, karena disini kita semua unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah bisa berbaur dengan masyarakat,” ujar Rita Widyasari.
Bahkan Rita menyatakan perlu seminggu sekali acara seperti ini dilaksanakan, karena sebagai bentuk kepedulian untuk mengurangi polusi akibat kendaraan bermotor.
Tak hanya itu, Rita juga menghimbau agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Kukar juga ikut bersepeda. Rita juga menyarankan agar para siswa SD, SMP, SMU bahkan Mahasiswa Kukar khususnya di Tenggarong dapat ke sekolah atau ke kampus dengan menggunakan sepeda.
"Bersepeda itu menyehatkan, bahkan bisa menghemat energi dan menekan polusi akibat kendaraan bermotor. Selain itu dengan bersepeda, juga bisa menjadi budaya yang unik sekaligus menarik. Contohnya di Yogjakarta, mahasiswa banyak menggunakan sepeda yang mampu menarik minat wisatawan,” lanjutnya.***

Rita dan Keluarga Tempati Rumah Dinas Bupati

Minggu (4/7) pagi lalu, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari,S.Sos,MM, menempati rumah dinas Bupati tepat di belakang Pendopo Odah Etam. Bupati Rita Widyasari didampingi langsung oleh suaminya Endri Elfran Syafril dan ketiga anaknya diiringi Ibunya, Hj Dayang Kartini Syaukani beserta Kakaknya, Silvi Agustina. 
Rita Widyasari saat mau masuk di rumah dinas Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara, disambut dengan pembacaan shalawat serta doa selamat yang dipimpin H. Ihsan.
Rita Widyasari saat pertama mau menempati rumah jabatan bupati membawa peralatan dapur, serta langsung menghidupkan kompor.
Selanjutnya dengan diiringi Ibundanya, Hj. Dayang Kartini Syaukani dan Kakaknya Silvi Agustina dikamar utama yang mana pernah menjadi kamar ayahandanya Prof DR H. Syaukani HR, mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, Hj Dayang Kartini Syaukani, Kakaknya Silvi Agustina tidak kuasa menahan haru, mereka menangis mengenang masa-masa indah bersama H. Syaukani sebagai pemimpin Kabupaten Kutai Kartanegara, dan kali ini kenangan indah itu akan diukir kembali oleh anak keduanya Rita Widyasari yang telah resmi menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2010-2015.
Selanjutnya, tepat Minggu petang, Bupati Rita Widyasari bersama keluarga juga menggelar sholat maghrib berjamaah dengan dihadiri Kepala Dinas dan Instansi, tokoh agama berikut ibu-ibu pengajian di Tenggarong.***


Selain Handal Berpidato, Rita Juga Piawai Bernyanyi





Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari,S.Sos,MM yang resmi dilantik 30 Juni 2010 lalu. Memang memiliki segudang pengalaman. Ada hal yang menarik kalau dilihat dari perjalanan politik putri kedua mantan Bupati Kukar Prof DR H Syaukani HR MM ini. Diantaranya selain handal berpidato ia juga piawai bernyanyi. 
Hal itu dibuktikan, pada saat kampanye politik Pilkada Kutai Kartanegara, dimana Rita Widyasari yang berpasangan dengan HM Ghufron Yusuf harus menyampaikan orasi politik dihadapan ribuan massa di 18 Kecamatan serta ratusan desa yang ada. Pada saat menyampaikan orasi politik memang suaranya penuh semangat untuk komitmen membawa perubahan yang mendasar bagi Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi Kabupaten yang lebih maju dan sejahtera. Itu akan diwujudkan melalui Program Gerbang Raja (Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera). Pengalaman sebagai orator menjadikan Rita Widyasari sangat matang dalam menyampaikan pendapat, masukan melalui pidato yang bersifat pemerintahan.
Yang menarik, yakni kepiawaian bernyanyi. Rita Widyasari memang memiliki suara yang merdu. Berbagai jenis aliran musik dikuasainya, terutama musik yang merakyat. Yakni musik pop, melayu dan dangdut, sebagaimana dikemukakan Rita Widyasari yang mengidolakan artis terkenal, almarhum Nike Ardila.
Namun dari kedua jenis aliran musik tersebut, yang menjadi favoritnya yakni dangdut. Melalui lagi Cucak Rowo, Rita Widyasari selalu menghibur ribuan masyarakat saat kampanye politik.
Bahkan sebagaimana diketahui, banyak artis-artis Ibukota dan Group Band terkenal berkesempatan berduet dengan Rita Widyasari dalam satu kesempatan menghibur masyarakat. Diantaranya, Ayu Azhari, Ageng Kiwi, Betrand Antolin, Indra Brugman, Imelda KDI, Nurdin KDI, Silvi KDI, Gita KDI, Novi KDI, Titi DJ dan lain sebagainya. Termasuk duet dengan Group Band Radja, Gigi dan baru-baru ini saat pembubaran Tim Sukses Gerbang Raja juga duet dengan Bams, vokalis Group Band Samsons melalui tembang Kenangan yang Terindah.
Dari lagu itulah, Rita Widyasari siap mewujudkan kepemimpinan selama lima tahun bagi Kabupaten Kutai Kartanegara mulai 2010-2015 nantinya, memiliki kenangan yang terindah bagi masyarakat Kutai Kartanegara.***



Bupati Kukar Dengarkan Lantunan Ayat Suci Al Qur’an Selama 1 Jam



Peringatan Nuzulul Qur’an 1431 Hijriyah yang dilangsungkan di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Kamis (26/8) malam lalu berlangsung cukup khusu’. Dengan menghadirkan penceramah Drs KH Azhar MPdi asal Samarinda, dan Qori Internasional Ustadz Ahmad Muhajir asal Jakarta yang melantunkan ayat suci Al Qur'an selama 1 jam lebih menambah suasana peringatan Nuzulu Qur’an memiliki warna berbeda.
Dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an itu dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari,S.Sos,MM dan Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, dan sejumlah pejabat serta umat muslim di Kota Raja Tenggarong.
Rita Widyasari dalam kesempatan itu mengungkapkan, salah satu budaya disetiap bulan ramadhan, selain dilaksanakan safari ramadan juga dilaksakanakan peringatan Nuzulul Qur’an baik oleh instansi pemerintah maupun non pemerintah.
“Hikmah positif adalah terjadinya momentum umat dalam melaksanakan silaturahmi dengan bersama dan terus berlanjut hingga memasuki 1 Syawal. Nantinya momentum ini sulit untuk kita temukan pada bulan-bulan selain ramadhan,” katanya.
Menurut Rita, Nuzulul Qur’an ini sangat berkesan bagi pribadinya, sebagaimana dalam kesempatan safari ramadhan yang dilakukannya menyatakan jabatan Bupati adalah produk politik dalam pelaksanaan Pilkada, tentunya meninggalkan jejak rekam politk berupa gesekan, silang pendapatan. Mediasi ramadhan bisa mencairkan semua jurang perbedaan dan menghapus dissingkronisasi sesama kita, maaf Allah SWT sangat luas.
“Kukar memiliki interaksi sosial dengan dinamika sendiri. Kabupaten ini telah mengalami sejarah pasang surut, jatuh bangun yang telah dijalankan oleh para pemimpin pendahulu kita. Namun yang harus diyakini apapun fuktasi sejarah yang dihadapi, tidaklah bermakna tanpa keindahan kebersamaan didalamnya.” ungkapnya.
Rita mengaku kalau pada hari itu adalah 56 hari masa kerja dirinya sebagai Bupati, tentunya masih banyak hal yang belum dilakukan sekaligus tanggungjawab untuk menjawab PR (Pekerjaan Rumah) yang telah menanti. Pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi yakin pasti bisa.
”Bisa melakukan untuk itu saya butuh dukungan dan kerjasama seluruh pihak dan stake holders dalam menjalankan amanah ini. Gerbang Raja atau Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera, sebagai lokomotif pembangunan bagi Kukar mungkin bukanlah simbolisasi pembangunan yang sempurna tapi satu alasan bagi saya sama-sama bagaimana kesejahteraan Kukar bisa tercapai,”tandasnya.***


Setelah Lebaran, Syaukani Berobat ke Singapura




Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani Hasan Rais tiba di Tenggarong, sekitar pukul 16.16 Wita, dengan menggunakan helikopter yang mendarat di halaman Parkir Gedung Puteri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Minggu (29/8) lalu. 
Tampak Bupati Kukar Rita Widyasari,S.Sos,MM bersama Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf beserta Sekretaris Kabupaten Haryanto Bachroel menyambut kedatangan Syaukani HR.
Kedatangan Syaukani HR didampingi istri Hj Dayang Kartini Syaukani, putri sulungnya, Silvi Agustina ST serta suami Hendri Erawan ST. Setelah mendarat kemudian Syaukani HR langsung dibawa dengan mobil ambulance menuju Pendopo Odah Etam.
Dengan dikawal Patwal Polres Kukar, mobil Ambulance menuju Pendopo Odah Etam Bupati Kukar, tempat Kaning menginap dan dirawat selama di Kukar.
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menyatakan terharu dan bangga, atas kedatangan ayahanda Syaukani HR di Tenggarong, Kutai Kartanegara setaleh mendapatkan grasi dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Kini mantan Bupati Kutai Kartanegara itu telah bebas dan kembali berkumpul dengan keluarga di Tenggarong, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Kedatangan ayahanda, sungguh sangat luar biasa untuk saya. Beliau dikenal telah membangun Kutai Kartanegara. Dan beliaulah spirit saya dalam bekerja dan bertindak dalam segala sesuatu hal demi kemaslahatan rakyat Kukar. Dan beliau banyak memberikan landasan pembanguan di Kukar ini dan saya akan meneruskannya sebaik mungkin," tegas Rita Widyasari.
Selanjutnya, Rita juga menambahkan setelah lebaran nanti, rencananya ayahnda Syaukani HR akan dibawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan untuk kesembuhannya.
“Ini merupakan berkah dibulan ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan yakni dengan dibebaskan ayahnda saya tepat pada peringatan hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 2010 atau 7 hari ramadhan. Tepat pada tanggal 29 Agustus, akhirnya ayahnda saya pun bisa kembali ke Kukar dan bisa berkumpul dan merayakan Lebaran Idul Fitri bersama keluarga seperti tahun-tahun sebelumnya ketika masih menjabat Bupati Kutai Kartanegara,”ungkap putri kedua Syaukani ini.
Kedatangan Syaukani HR ke Kukar, ditandai pula dengan acara buka puasa bersama dan shalat magrib berjama’ah di Pendopo Odah Etam yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kukar, pejabat dilingkungan Pemkab Kukar serta kerabat.***


Ultah Putra Sulung Rita Dirayakan Sederhana



Putra sulung pasangan Rita Widyasari,S.Sos,MM dan Endri Elfran Syafril,S.Sos, MM, Muhammad Dhafin Rizqin Mumtazah yang duduk dibangku kelas 3 di SD BINUS (Bina Nusantara) Jakarta, genap berusia 8 tahun pada tanggal 29 Agustus 2010 lalu. Perayaan ulang tahun dirayakan sederhana dan tanpa kehadiran Bunda Rita hanya ditemani sang ayah dan kedua adiknya, Kelly dan Kenny serta keluarga dan teman-temannya. 
Rita mengaku sangat sedih, karena baru kali ini tidak bisa merayakan ultah putra sulungnya yang berada di Jakarta tersebut. Pasalnya tengah mempersiapkan kedatangan ayahanda Syaukani HR ke Kota Raja Tenggarong. Selain itu, karena ada tugas kedaerahan di Kutai Kartanegara yang tidak bisa ditinggalkan.
"Kemarin putra saya (Dave,red) sempat saya tanya mau kado apa lalu dia bilang mau bunda datang,"ungkap Rita hingga membuatnya menangis semalaman.
Dikatakannya, untung saja ada ayahndanya yang menemani perayaan ulang tahun putranya.
"Doa dan harapan saya, semoga anak saya Dave nantinya bisa menjadi generasi penerus bangsa," lanjut Rita.*** 

Partai Golkar Gelar Safari Ramadhan ke Kecamatan


DPD Partai Golkar (Golongan Karya) Kukar melaksanakan kegiatan safari ramadhan di BPU (Balai Pertemuan Umum) Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana. Hadir langsung Ketua DPD Partai Golkar Kukar yang juga Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari,S.Sos,MM berikut jajaran pengurus harian termasuk Ketua PTK Partai Golkar Kecamatan Anggana, Widi Yatmoko. Kegiatan itu pun juga ditandai dengan penyerahan bingkisan kepada 100 anak yatim piatu dan kaum dhuafa. 
Dalam sambutannya, Rita Widyasari juga mengulas sejarah Ayahandanya Prof DR H Syaukani HR MM yang juga sering melaksanakan kegiatan safari ramadhan, yang mana saat itu menjabat Bupati Kutai Kartanegara sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur. Dimana dalam kunjungan safari ramadhan, beliau harus meninggalkan keluarga untuk bisa bertemu dan bertatap muka sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat Kutai Kartanegara berikut kader Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur.
Dan sekarang ini sejarah tersebut turut dilanjutkan. Menurutnya, mengingat ia sebagai Ketua Partai Golkar juga sebagai Bupati Kutai Kartanegara. Hal itu dilakukan agar selalu dekat dengan rakyat. Banyak yang menjadi kendala seorang perempuan dalam memimpin, namun banyak hal yang dilakukan seorang perempuan yang tidak dapat dilakukan oleh seorang laki-laki.
"Ditengah-tengah perbedaan tersebut saya ingin mengajak kita semua untuk bergandengan tangan mengisi anugerah Allah SWT atas Kutai Kartanegara dengan tindakan-tindakan nyata dengan kemampuan dan kapasitas kita masing-masing," katanya.
Dikatakannya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. "Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan hisab. Maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu", (HR.Bukhari dan Muslim).
Sesuai dengan hadits tersebut dimana Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, tak salah kiranya di bulan Ramadhan ini kita jadikan momen silaturahmi.
"Atas nama pribadi dan keluarga serta seluruh jajaran Partai Golkar mengucapkan permohonan maaf sebagai upaya pembersihan puasa kita. Banyak fakta memang dalam arena politik yang dimainkan oleh kelembagaan politik sering menghadirkan sifat-sifat pragmatis dan gesekan individu, untuk itu bulan penuh hikmah dan penuh pengampunan ini merupakan wahana tepat untuk saling bermaaf-maafan," lanjut Rita Widyasari.
Sementara itu, safari ramadhan juga dilaksanakan di Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Kaman, Muara Badak, Muara Muntai, Sebulu dan berakhir di Kecamatan Tenggarong.***